Pusat Peragaan

Definisi Pusat Peragaan
Kerap kali Pusat Peragaan dianggap sebagian masyarakat khususnya anak-anak sebagai tempat yang menimbulkan persepsi yang kuno. Sedikit banyak yang beranggapan alat peraga adalah sesuatu yang membosankan. Apresiasi masyarakat untuk mengunjungi pusat peragaan tradisional ini masih minim, yang menyebabkan sangat mempengaruhi keberadaannya. Padahal hal tersebut merupakan tempat berbagai macam peninggalan permainan sejarah yang harus dijaga dan dilestarikan.
Pusat, definisi dari kata ini dijabarkan beberapa pengertian sebagai tempat yang letaknya di bagian tenga, titik yang di tengah-tengah benar (bulatan bola, lingkaran, disebagainya), pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal), orang yang membawakan berbagai bagian, orang yang menjadi pumpunan dari bagian-bagian. Sedangkan peragaan adalah memberikan ruang untuk memamerkan objek tertentu. Sehingga pusat peragaan adalah sebagai tempat yang menyediakan di dalamnya ruang pamer serta ruang raga, dan memiliki hubungan yang erat antar dua ruang yang berbeda secara fungsi dan penempatannya.
Para pakar menjelaskan tentang 3 fungsi utama yang sedemikian juga mencakup tentang pusat peragaan yang menjadi objek, antara lain:
1. Melaksanakan pelestarian terhadap berbagai benda atau artefak dari masa lalu yang dianggap penting.
2. Menyediakan sarana pendidikan dan ilmu pengetahuan dalam bentuk visual.
3. Sebagai tempat rekreasi yang dapat dijadikan tujuan wisata masyarakat.
Ketiga fungsi utama yang diterangkan oleh para ahli memiliki tujuan yang menjadi satu kesatuan yaitu dasar wadah pembelajaran terhadap kisah masa lalu yang dirangkum menjadi koleksi-koleksi yang bias berupa artefak sejarah dalam bentuk visual. Selain sebagai wadah terhadap ilmu pengetahuan, diharapkan juga apresiasi masyarakat lebih meningkat dan aktif dalam bersama-sama menghidupkan kembali yang tadinya hambar karena kurangnya tanggapan positif dari masyarakat.
Dalam pengembangan pusat peragaan dibutuhkan tiga komponen yang saling berinteraksi satu sama lainnya. Pengelola museum, sajian pameran (sebagai produk) dan pengunjung (masyarakat sebagai konsumen). Untuk pengelola dijelaskan secara garis besarnya, yaitu pemerintah dan swasta.
Pihak pemerintah selaku sebagai penyelenggara, baik pemerintah pusat, pemerintah propinsi, ataupun kabupaten. Swasta juga selaku pengelola, dimana masyarakat di luar lembaga pemerintahan yang mengambil peran dalam hal ini. Pusat peragaan jenis ini berdiri atas inisiatif perseorangan, lembaga swasta atau kelompok lainnya yang pembiayaannya didapatkan dari sumber keuangan di luar dana resmi pemerintah (swasta).
Sajian pameran sebagai produk ini berupa benda peninggalan sejarah atau objek-objek dari peradaban kuno, artefak zaman purba dan karya seni lainnya. Dilihat dari ruang dan tempat pamer, sajian pameran di bagi menjadi ruang pamer indoor dan ruang peragaan. Berbagai benda sejarah yang ditata di ruang pamer menghasilkan berbagai macam produk, antara lain:
• Produk harus dimanfaatkan di tempatnya, artinya tidak bisa dibawa-bawa untuk dinikmati di sembarang tempat oleh konsumennya.
• Produk bukan sesuatu yang dapat dipakai atau dikonsumsi, melainkan untuk keperluan kognisi memori.
• Produk berkenaan dengan kemasalaluan dan dokumentasi pencapaian peradaban, bukan bersifat kekinian dan masa yang akan datang.
Dalam menghidupkan suasana pada objek, peran masyarakat sangatlah penting. Masyarakat yang berperan sebagai konsumen memegang andil yang besar dalam perkembangan suatu pusat peragaan permainan ini. Kategori masyarakat sebagai pengunjung ini terbagi dalam empat kategori.
a. Masyarakat pada umumnya.
b. Pelajar dan para intelektual, serta peneliti.
c. Tokoh masyarakat dan budayawan.
d. Pejabat resmi pemerintahan.
Mengapresiasikan pusat peragaan dari setiap kategori pengunjung mempunyai opini dan pendapat tersendiri yang berbeda. Kajian terhadap opini yang berbeda itu menjadi penting bagi pengembangan objek selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s